JURAGAN YANG BAIK HATI,,JANGAN LUPA KLIK IKLAN DIBAWAH INI YA..

Jumat, 22 Januari 2010

5 Batu Terunik dan Teraneh di Dunia







Dome of the Rock di Masjidil Aqsha, Yerusalem
Bukti kebesaran Allah SWT batu tempat duduk Nabi Muhammad SAW saat Isra Mi'raj sampai kini masih tetap melayang di udara. Pada saat Nabi Muhammad mau Mi'raj batu tsb ikut, tetapi Nabi SAW menghentakan kakinya pada batu tsb, maksudnya agar batu tsb tak usah ikut.

2.
Uluru Alice Spring, Australia
Batu yang bisa berubah warna mengikuti cuaca, kadang orange, hitam, biru dll.

3.
Hyden, Australia
Gelombang batu seperti ombak ini sudah ada 2.700jt tahun yang lalu menurut peneliti.

4.
Belum ada penelitian tentang batu ini, dan 1 orang pun belum liat kalo batu ini benar2 berjalan, cuma jejaknya saja yg dinyatakan kalo batu ini bisa berjalan atau bergeser.

5.
Pantai Air Manih, Minnagkabau - Padang
Konon, batu ini adalah seorang anak yang dikutuk oleh Ibunya, karena durhaka.

sumber: http://blognyajose.blogspot.com/2010/01/inilah-5-batu-terunik-dan-teraneh-di.html


Baca selengkapnya...

Rabu, 09 Desember 2009

Fosil Hewan Purba Asal Blora Dijual Rp1 Juta






Di tengah-tengah penelitian dan penemuan fosil purbakala di area menden Kecamatan Kradenan Blora Jawa Tengah, praktik penjualan fosil purbakala secara ilegal pun marak dilakukan oleh warga.


Fosil berbagai hewan purbakala yang ditemukan warga di beberapa titik lokasi yang ada di Kecamatan Kradenan dihargai Rp500 ribu sampai dengan Rp1 juta kepada sejumlah agen yang datang baik dari Surabaya maupun dari sejumlah kota besar lain di pulau Jawa.


Aksi penjualan tersebut terungkap saat tim penggali dan peneliti fosil veterbrata dari museum geologi yang bekerja di bawah Badan Geologi Bandung turun ke warga dan hendak mengamankan dua temuan fosil hewan raksasa berupa fosil kerbau purba dan banteng purba.


Seketika itu warga meminta imbalan kepada pihak Badan Geologi sebesar Rp500 ribu rupiah per fosil yang dilindungi undang-undang ini untuk diteliti dan disimpan di meseum milik negara.


Ketua Tim Vertebrata Museum Geologi Bandung Prof Fachroel Aziz sangat menyayangkan praktik jual beli fosil purbakala ini. menurutnya kondisi semacam ini terjadi dalam masyarakat akibat kurangnya sosialisasi dari pemerintah daerah setempat.


"Ini karena masyarakat kurang sadar," kata Fachroel, Senin (7/12/2009).


Pihak tim vertebrata museum Geologi Bandung mensinyalir sejumlah fosil temuan warga sudah ada yang membeli dengan harga tinggi. Mereka pun menyayangkan pasifnya tindakan hukum aparat setempat dalam melindungi benda purbakala milik negara

sumber :: editemplates.blogspot.com

Baca selengkapnya...

Selasa, 01 Desember 2009

Ratusan Ribu Peninggalan Majapahit Ditemukan





Ekskavasi tahap ketiga situs Majapahit dalam proyek pembangunan Pusat Informasi Majapahit atau PIM yang sekarang berganti nama jadi Neo PIM di Situs Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jatim, yang berlangsung sejak 10 November berakhir pada Minggu (22/11).


Ketua tim evaluasi PIM, Prof. Mundardjito mengatakan, total ditemukan 150.000 fragmen dan tidak kurang 60.000 keping uang logam dari China selama ekskavasi yang dilakukan dalam tiga tahap itu.


Menurut Mundardjito, banyaknya temuan dengan jenis yang beragam itu semakin mensahihkan hipotesis awal ahwa kawasan yang saat ini sedang digali adalah pusat kota Majapahit. Adapun temuan uang kuno dari China membutktikan bahwa pada masa itu telah terjalin pula hubungan dagangan dan diplomatik antara kedua negara yang sangat serius.


Selain itu, membuktikan pula ada sistem moneter yang terbangun. Masyarakat gemar menambung, ujar Mundardjito sembari menunjukkan gambar temuan sejumlah bentuk celengan.

sumber :: http://sains.kompas.com/read/xml/2009/11/22/20460231/ratusan.ribu.peninggalan.majapahit.ditemukan

Baca selengkapnya...

Harta Karun Rp 9,5 T Ditemukan di Kapal VOC !!!

http://3.bp.blogspot.com/_l5vp0Hsg4Xo/Ss_mm2nCyBI/AAAAAAAAD9A/hWX1UaDMX38/s320/harta+karun.jpg



Sebuah tim arkeologi laut Hungaria berhasil menemukan bangkai kapal Belanda yang tenggelam di perairan Brasil sekitar 300 tahun silam, seperti dilaporkan kantor berita Hungaria, MTI, Minggu (29/11).

Kapal milik Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) bernama lambung Voetboog. Menurut ketua tim ekspedisi Octopus Association for Marine Archaeology , Attila K Szaloky, saat itu Voetboog membawa 109 awak. Kapal dengan tiga tiang itu karam setelah meninggalkan Batavia (kini Jakarta) menuju Belanda.

Kapal itu juga mengangkut kain sutera, rempah-rempah, teh, keramik China dan Jepang juga hampir 180.000 keping uang emas gulden. Saat ini nilainya sekitar 1 miliar dolar AS (Rp 9,5 triliun).



http://4.bp.blogspot.com/_vnQkkukmKR0/SxSRsOMhyUI/AAAAAAAAELc/D1jmif9UmwI/s1600/emas.jpg



Ketika menyeberangi Samudera Atlantik, Voetboog diduga terjebak badai. Satu-satunya cara lolos dan pulang ke Belanda adalah dengan menyusuri pantai Brasil. Namun, kapal itu tenggelam dekat pantai Pernambuco, Brasil, pada 29 Mei 1700.

Sebenarnya tim Octopus Association for Marine Archaeology itu menemukan bangkai Voetboog pada Oktober 2008. Namun penemuan itu baru diumumkan beberapa waktu lalu setelah tahap pertama penelitian rampung.


http://afandri81.files.wordpress.com/2007/12/voc_kapal.jpg



Saat ditemukan Voetboog terkubur di bawah sedimen laut setebal beberapa meter. Selama 309 tahun berada di bawah laut, kapal itu terpecah belah.

Benda-benda yang ditemukan di Voetboog akan diangkat ke permukaan dan disimpan sesuai hukum Brasil. mti/kis


sumber ::http://unic77.blogspot.com/2009/12/harta-karun-rp-95-t-ditemukan-di-kapal.html

Baca selengkapnya...

Senin, 30 November 2009

Ditemukan Kerangka 50.000 Tentara Persia di Gurun Sahara









Sisa-sisa tentara Persia yang berkuasa yang dikatakan telah tenggelam di barat pasir gurun Mesir 2.500 tahun yang lalu mungkin akhirnya ditemukan. Ini merupakan salah satu temuan terbesar misteri arkeologi yang luar biasa, demikian menurut para peneliti Italia.

Senjata perunggu, perak gelang, anting-anting dan ratusan tulang manusia ditemukan dalam belantara gurun Sahara merupakan tentara Raja Persia Cambyses II yang hilang. Sekitar 50.000 prajurit yang dikatakan terkubur oleh badai pasir yang dahsyat di 525 SM.

Sisa Perunggu Kerangka 50.000 Tentara Persia
“Kami telah menemukan bukti arkeologis pertama dari sebuah cerita yang dilaporkan oleh sejarawan Yunani Herodotus,” Demikian dikatakan oleh Dario Del Bufalo, seorang anggota ekspedisi dari University of Lecce, mengatakan kepada Discovery News.

Menurut Herodotus (484-425 SM), Cambyses, putra dari Cyrus Agung, mengirimkan 50.000 tentara dari Thebes untuk menyerang Oase Siwa dan menghancurkan ramalan di Kuil Amun sesudah para imam di sana menolak untuk melegitimasi klaimnya ke Mesir .
Kerangka 50.000 Tentara Persia
Setelah berjalan selama tujuh hari di padang pasir, tentara sampai ke sebuah “oasis” yang sejarawan percaya adalah El-Kharga. Setelah mereka pergi, mereka tidak pernah terlihat lagi.


“Angin muncul dari selatan, kuat dan mematikan, berputar membawa gelombang luas pasir, yang seluruhnya menutupi tentara tersebut dan menyebabkan mereka sepenuhnya terkubur,” tulis Herodotus.

Satu abad setelah Herodotus menulis catatan itu, Alexander Agung membuat sendiri ziarah ke peramal Amun, dan pada 332 SM.

Namun kisah dari Cambyses ‘kehilangan tentara’ menjadi hilang karena tidak ada jejak prajurit yang malang itu pernah ditemukan, para sarjana mulai mengabaikan cerita itu sebagai kisah ajaib.

Kini, dua arkeolog Italia mengklaim telah menemukan bukti kuat bahwa tentara Persia memang tertelan dalam sebuah badai pasir.


Seperti disampaikan baru-baru ini di festival film arkeologi Rovereto, bahwa penemuan tersebut adalah hasil penelitian selama 13 tahun dan dalam lima kali ekspedisi ke padang gurun.


sumber :: http://haxims.blogspot.com/2009/11/ditemukan-kerangka-50000-tentara-persia.html

Baca selengkapnya...

Jumat, 06 November 2009

"Ardi" Mungkin Nenek Moyang Pertama Manusia

sumber ::  http://sains.kompas.com/read/xml/2009/10/04/15530710/ardi.mungkin.nenek.moyang.pertama.manusia


Fosil Ardipithecus ramidus berusia 4,4 miliar tahun lalu yang disebut Ardi diperkirakan sebagai nenek moyang manusia tertua.


Sejarah kehidupan manusia kemungkinan muncul lebih lama dari perkiraan sebelumnya dengan ditemukannya fosil "Ardi" di Etiopia. Makhluk ini hidup di dalam hutan sekitar satu juta tahun yang lalu sebelum "Lucy", manusia purba yang selama ini dikenal sebagai nenek moyang pertama manusia.





"Kerangka manusia ini membalikkan fakta umum tentang evolusi manusia," kata Antropologis, C. Owen Lovejoy, dari Kent State University. Kalau sebelumnya evolusi manusia diduga berasal dari nenek moyang yang mirip simpanse, penemuan terbaru itu menunjukkan fakta berbeda.


Penemuan Ardi lebih menguatkan pendapat bahwa simpanse dan manusia berevolusi dari nenek moyang yang sama. Tapi sepanjang perjalanannya, masing-masing berubah dan berevolusi secara terpisah.


"Hubungan evolusi hingga manusia modern dan kera yang hidup sekarang ini kemungkinan berasal dari nenek moyang yang hidup 6 sampai 7 juta tahun yang lalu," kata Tim White, Direktur Pusat Penelitian Evolusi Manusia (HERC) di University of California.


Ardi memiliki ciri-ciri umum yang tidak ada pada kera Afrika modern. Penelitian terhadap Ardi dimulai sejak tulang pertama ditemukan pada tahun 1994, yang mengindikasikan bahwa spesies ini hidup di dalam hutan dan dapat memanjat dengan tangan dan kakinya. Tetapi, dari bentuk tangan dan kaki tersebut memperkirakan jika mereka tidak begitu sering berada di pohon. Mereka juga dapat berdiri tegak dengan kedua kakinya.


Fosil dengan berat 55 kg dan tinggi 1,2 meter tersebut diberi nama ilmiah Ardipithecus ramidus yang berarti akar dari tanah kera. Ia diperkirakan hidup 4,4 juta tahun yang lalu. Ardi memiliki cirri berbeda dengan Lucy yang juga ditemukan di Afrika. Ia tidak seperti Lucy yang mempunyai bentuk yang lebih dengan manusia seperti jenis Australopithecus.


"Pada Ardipithecus, terdapat bentuk unik yang belum berevolusi menyerupai jenis Australopithecus. Jika diperhatikan dari kepala hingga kaki, akan terlihat suatu bentuk mosaik yang bukan seperti simpanse ataupun manusia. Itulah Ardipithecus," kata White.


David Pilbeam, kurator paleanthropologi di Harvard's Peabody Museum of Archaeology and Ethnology menyebut penemuan ini menjadi penemuan terpenting sepanjang penelitian evolusi manusia. Sebab, cirri-cirinya merepresentasikan genus yang kemungkinan besar menjadi nenek moyang Australopithecus, nenek moyang genus manusia modern Homo.


Penelitian ini dibiayai oleh National Science Foundation, the Institute of Geophysics and Planetary Physics dari the University of California, Los Alamos National Laboratory, the Japan Society for the Promotion of Science, dan sebagainya. Secara lengkap, penelitian mengenai Ardi dikemukakan dalam 11 makalah penelitian yang dipublikasikan Jurnal Science teranyar.

Baca selengkapnya...

Fondasi Kuno 1.300 Tahun Lalu Ditemukan

sumber ::: http://sains.kompas.com/read/xml/2009/10/16/11372471/fondasi.kuno.1.300.tahun.lalu.ditemukan


Sebuah peninggalan purbakala kembali ditemukan di kawasan Dinoyo, Malang. Kali ini, pekerja di proyek perumahan Planet Regency, sekitar 500 meter di sisi barat Universitas Islam Malang secara tak sengaja menemukan deretan batu bata berukuran besar di lokasi pembangunan.





Arkeolog dari Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono, meyakini bahwa deretan batu bata berukuran tak lazim itu merupakan semacam fondasi dari sebuah rumah di masa Kerajaan Kanjuruhan, 1.300 tahun silam.


”Itu memang ciri batu bata pada zaman itu,” kata Dwi, ditemui saat melihat langsung temuan ini, Kamis (15/10).


Batu bata tersebut memang berukuran tak lazim bila dibandingkan dengan batu bata yang digunakan zaman sekarang. Ukurannya 22 x 12 x 9 cm atau hampir lebih besar tiga kali lipat dari batu bata pada umumnya.


Meski banyak yang sudah rusak, sebagian batu bata dalam deretan fondasi itu masih ada yang ditemukan dalam kondisi nyaris sempurna.


Para pekerja proyek perumahan menemukan batu bata tersebut tiga bulan lalu, saat membuka lahan untuk memulai pembangunan. Selain batu bata, juga ditemukan serpihan gerabah yang diduga sebagai perabot saat itu.


Penemuan ini semakin membuat ahli sejarah yakin, kawasan Dinoyo dan Tlogomas merupakan bekas pusat peradaban penting di masa kerajaan Kanjuruhan.


”Ini tak mengherankan karena beberapa kali ditemukan peninggalan purbakala di kawasan ini,” kata Dwi.


Di bawah Pasar Dinoyo, misalnya, pernah ditemukan arung (saluran drainase). Temuan serupa juga ada di sisi barat SPBU Tlogomas, atau tak sampai satu kilometer dari Pasar Dinoyo. Begitu pula dengan beberapa temuan lingga yoni, atau patirtan (sumber air suci) di kawasan ini.


Menurut Dwi, temuan fondasi batu bata kuno ini bisa menunjukkan keadaan sosial di sekitar kawasan. ”Artinya, kawasan ini dulunya dihuni orang-orang dengan kondisi ekonomi cukup mapan. Kalau orang biasa, rumahnya tentu tidak pakai bata, bisa jadi hanya beralas tanah,” ujarnya.


Dengan adanya temuan ini, Dwi berharap akan ada tindak lanjut dari dinas-dinas terkait di bawah pemerintah kota. Salah satunya untuk turun tangan, mengingat temuan ini berada di tanah komersial.


”Kalau temuan ini bisa menjadi petunjuk ke penemuan yang lebih besar, tentu lokasi ini harus dipugar,” ungkap Dwi. (ab)



Baca selengkapnya...

Batu Usia Ribuan Tahun Ini Mirip Gong, Bentuk dan Bunyinya

sumber :::  http://sains.kompas.com/read/xml/2009/11/06/1835316/batu.usia.ribuan.tahun.ini.mirip.gong.bentuk.dan.bunyinya



Batu megalit berbetuk gong ditemukan di areal perkebunan Dusun Atungbungsu, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (6/11).



Kepala Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Kota Pagaralam Syafrudin mengatakan akan melakukan pembebasan lahan di sekitar lokasi penemuan batu megalit tersebut, setelah itu baru dilakukan pemagaran.


Menurut dia, banyak batu megalit yang ditemukan di Pagaralam, bahkan sebagian sudah dilakukan pelestarian dengan memagar keliling.


Pemkot Pagaralam belum memiliki lembaga khusus untuk melakukan pendataan atau menyelusuri berbagai benda bersejarah, seperti megalit dan arca.


"Namun, di lokasi ditemukannya gong batu ini akan dibangun daerah wisata kebun buah terbesar di Kota Pagaralam dengan lahan sekitar 100 hektar. Nantinya kami akan melibatkan penduduk setempat untuk mencari dan membantu memelihara, jika ditemukan lagi benda bersejarah di daerah lain," katanya.


Warga Kecamatan Dempo Selatan Amrullah mengatakan, batu megalit berbentuk gong berukuran lima kali drum minyak isi 100 liter itu ditemukan lima kilometer dari Dusun Atungbungsu, satu kilometer dari lokasi pembangunan lapangan terbang.


Megalit yang bila dipukul akan mengeluarkan suara seperti gong itu berbentuk bundar lonjong dengan tinggi satu meter, lebar dua meter dan panjang lima meter ditemukan di kebun kopi milik warga setempat.


"Diperkirakan batu megalit itu sudah berumur ribuan tahun, dengan kondisinya masih utuh, namun posisinya sudah bergeser ada indikasi akan dipindahkan ke tempat lain," katanya.


Daerah tempat penemuan batu megalit itu dulu merupakan belukar, tetapi oleh pemiliknya dibersihkan lalu dibuat kebun kopi.


Karena kurang memahami, batu tersebut mengandung nilai sejarah tinggi, batu itu dibiarkan telantar. Setelah pihak Pemkot Pagaralam datang, baru diketahui batu itu ternyata megalit.


"Memang di Pagaralam terdapat cukup banyak megalit peninggalan zaman dulu, namun pemeliharaannya masih belum dilakukan secara baik," kata dia lagi.


Baca selengkapnya...

Selasa, 29 September 2009

Piramida Dasar Laut

sumber:: http://rasich.blogspot.com/2009/09/piramida-dasar-laut.html


Banyak orang yang akan mengatakan Mesir jika ditanya tentang bangunan Piramida, dan sedikit yang mengetahui bahwa bangunan ini juga tersebar di penjuru dunia bahkan Asia. 






Sebut saja Bangsa Maya di Amerika Selatan, Yunani di Eropa dan yang akan dibahas kali ini tentang Piramida unik yang di temukan di Jepang. Dikatakan unik karena Piramida yang ditemukan berada disasar lautan.


Sebenarnya sejak tahun 1950-an bangunan Piramida telah ditemukan diberbagai tempat di jepang. Jiujing Shengjun, seorang jepang bahkan menemukan hubungan tertentu antara Bangsa Jepang kuni dengan bangsa Yahudi di jaman dahulu.
Pada bulan Maret 1995 ditemukan 8 tempat peninggalan tersebar dari sekitar Hiroshima sampati lautan pulau Yonaguni.


Tempat peninggalan pertama berbentuk persegi empat yang sangat unik walaupun masih kurang jelas karena ditutupi oleh karang sehingga tidak bisa dijelaskan bangunan konstruksi ini buatan manusia atau bukan. Baru pada tahun 1996 tanpa sengajaditemukan sebuah teras dengan runcing raksasa oleh seorang atlit penyelam 40 kaki dikedalaman laut Oklahoma selatan. Penemuan ini dipastikan hasil buatan manusia.




Penemuan ini membuat para peneliti melakukan pencarian lebih lanjut sehingga ditemukan bangunan lain mirip monumen dimana terdapat batu raksasa yang dipotong dengan sempurna, tangga, jalanan panjang dan luas serta pintu lengkung yang tinggi dan megah. Semua hal tersebut tertata dalam gaya bangunan berbentuk garis lurus, hal yang belum pernah ditemukan sebelumnya.



Penemuan ini memicu dalam pencarian selanjutnya oleh para arkeologi jepang yang kemudian menghasilkan penemuan sebuah konstruksi berbentuk Piramida besar di kedalaman 100 kaki dibawah permukaan laut dekat pegunungan Sinaguni (kurang lebih 300 mil dari Hiroshima.


Piramida ini memiliki pintu menara raksasa dikedua sisinya, dan bangunannya sendiri memiliki luas 240 x 600 kaki dengan tinggi 90 kaki. Melihat bentuk dan struktur bangunannya, sepertinya bangunan ini dipergunakan sebagai tempat penyelenggaraan upacara. Setelah diteliti, bangunan ini setidaknya ada semenjak 8.000 tahun sebelum masehi.



Bangunan yang dipastikan buatan manusia ini, terbukti dari bentuk dan susunannya yang seperti serentetan tangga raksasa dengan tinggi masing masing tangga 1 meter sehingga secara esensial bangunannya mirip piramida model tangga.
Hal yang menguatkan bahwa Piramida ini bukan terbentuk secara alami karena tidak adanya pecahan yang terbentuk melalui korosi yang bertumpuk diatasnya, apalagi adanya sesuatu yang mirip jalanan disekitar bangunan dan penampang tangga yang begitu tajam. Demikian dikatakan oleh Profesor Masaki Kimura dari Universitas Hiroshima, Ahli geologi yang pertama kali mengadakan penelitian yang dikuatkan oleh Profesor ilmu geologi Universitas Boston Robert Sketche yang menyelam untuk meneliti penemuan ini.




Beberapa bukti lain adalah adanya tumpukan batu kecil disekitarnya yang mirip dengan bangunan utama. piramida-piramida mini ini dibentuk dari batu hampar berbentuk tangga yang disatukan, lebarnya 10 meter dan tinggi 2 meter.





Hingga kini belum diketahui siapa dan apa tujuan pembuatan Piramida ini di masa lalu, tetapi setidaknya jika benar Piramida ini dibuat sekitar 8.000 tahun SM, maka ada sebuah peradaban modern yang belum diketahui karena berdasarkan catatan sejarah, 10.000 tahun lampau tidak ada yang mampu membuat bangunan seperti piramida ini.






Baca selengkapnya...

Senin, 28 September 2009

Kerangka Sejoli Berusia 3.200 Tahun Zaman Perang Trojan Ditemukan

sumber ::: http://sains.kompas.com/read/xml/2009/09/23/09514921/kerangka.sejoli.berusia.3.200.tahun.zaman.perang.trojan.ditemukan



Reruntuhan kota tua Troya
Beberapa ahli arkeologi di kota tua Troya di Turki telah menemukan kerangka sepasang pria dan wanita yang diduga meninggal pada 1.200 SM, saat terjadinya perang legendaris yang diceritakan Homer, seorang filsuf yang menuliskan cerita perang Troya dalam kitab Iliad.










Ernst Pernicka, profesor arkeometri di University of Tubingen, mengatakan, kedua kerangka itu ditemukan di dekat satu jalur pertahanan di dalam kota tersebut, yang dibangun pada pengujung Zaman Perunggu. Pernicka memimpin penggalian di bagian barat-laut Turki.


Temuan itu dapat menambah bukti bahwa daerah dataran rendah Troya (atau disebut Troy) berukuran lebih luas dibandingkan perkiraan sebelumnya sehingga mengubah pendapat para ilmuwan mengenai kota yang dilukiskan dalam kitab Iliad.


"Jika kerangka tersebut betul berasal dari masa 1.200 SM, maka bertepatan dengan masa perang Trojan. Kedua orang ini dikuburkan di dekat perabuan. Kami sedang melakukan pemeriksaan radiokarbon, tapi temuan itu mengejutkan," kata Pernicka dalam wawancara telepon.


Troya kuno, yang terletak di sebelah barat laut Turki di mulut Dardanelles, tak jauh dari selatan Istanbul, digali pada 1870-an oleh Heinrich Schliemann, pengusaha Jerman dan ahli arkeologi. Ia memelopori penggalian dan menemukan kota yang berliku dan curam seperti yang digambarkan Homer.


Pernicka mengatakan, barang tembikar yang ditemukan di dekat kedua mayat yang bagian bawah tubuh mereka hilang itu, dikonfirmasi berasal dari masa 1.200 SM. Namun ia menambahkan bahwa pasangan tersebut boleh jadi dikuburkan 400 tahun kemudian di pekuburan yang oleh para ahli arkeologi disebut Troy VI atau Troy VII, lapisan reruntuhan yang berbeda di Troy.


Puluhan ribu pengunjung setiap tahun mendatangi reruntuhan Troy, tempat replika sangat besar patung kuda dari kayu, berdiri bersama deretan reruntuhan penggalian.


Perang Troy sendiri masih menjadi perdebatan apakah itu legenda atau kenyataan. Namun sebagian sejarawan yakin, apa yang dituliskan Homer dalam Iliad setidaknya didasari pada peristiwa-peristiwa yang benar-benar terjadi.

Baca selengkapnya...

Selasa, 22 September 2009

Gambar 'Puting Beliung' Dahsyat Yang Belum Pernah Anda Lihat Sebelumnya

sumber ::::   http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2464478


























Spoiler for topan1:



Spoiler for topan2:



Spoiler for topan3:



Spoiler for topan4:


Baca selengkapnya...

Kamis, 17 September 2009

Petra Kota di Dinding Batu

sumber ::: http://betamedialink.blogspot.com/2008/01/petra-kota-di-dinding-batu.html





Pintu masuk bangunan kota megah petra




Petra merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia baru yang terletak di Yordania. Hal ini dapat mengingatkan kita betapa majunya teknik pembangunan dan peradaban manusia masa lalu. Disamping bangunan-bangunan megah lainnya didunia (ex : Giza pyramida, Taman gantung, Pyramida mexico dll) yang masuk dalam bangunan megah bersejarah. Kemegahan bangunan Petra, karena kota ini didirikan dengan memahat dinding-dinding batu. Petra berasal dari bahasa Yunani yang berarti 'batu'. 






Petra merupakan simbol teknik dan perlindungan. Kata yang diambil pada bangunan kotanaya yang terbuat dari batu-batu di Wadi Araba, sebuah lembah bercadas di Yordania, indahnya kota ini karena didirkan dengan menggali dan mengukir cadas setinggi 40 meter.
Petra merupakan ibukota kerajaan Nabatean. Didirikan pada 9 SM-40 M oleh Raja Aretas IV sebagai kota yang sulit untuk ditembus musuh dan aman dari bencana alam seperti badai pasir. Hebat bukan???
Suku Nabatean membangun Petra dengan sistem pengairan yang luar biasa rumit. Terdapat terowongan air dan bilik air yang menyalurkan air bersih ke kota, sehingga mencegah banjir mendadak. Mereka juga memiliki teknologi hidrolik untuk mengangkat air.
Didalam bangunan petra Terdapat juga sebuah teater (gedung pertemuan/pertunjukan) yang mampu menampung 4.000 orang. Kini, Istana Makam Hellenistis yang memiliki tinggi 42 meter masih berdiri impresif di sana.
Kotanya Suku Nabatean

Petra the lost Civillization


Pernah saya singgung diatas kalo bangunan ini adalah kota bagi suku Nabatian, sebuah kota yang terletak kurang lebih 3-5 jam perjalanan darat dari kota amman, Yordania, dulu merupakan Ibukota suku Nabatean, salah satu rumpun bangsa Arab yang hidup sebelum masuknya bangsa Romawi. Sebenarnya, asal usul suku Nabatean tak diketahui pasti. Mereka dikenal sebagai suku pengembara yang berkelana ke berbagai penjuru dengan kawanan unta dan domba..
Sama halnya dengan kebanyakan keyakinan masyarakat masa itu, Masyarakat petra pada mulanya adalah penyembah berhala. Dewa utama mereka adalah Dushara, yang disembah dalam bentuk batu berwarna hitam dan berbentuk tak beraturan. Dushara disembah berdampingan dengan Allat, dewi arab kuno.
Masyarkat petra sangat mahir dalam membuat tangki air bawah tanah untuk mengumpulkan air bersih yang bisa digunakan saat mereka bepergian jauh. Sehingga, di mana pun mereka berada, mereka bisa membuat galian untuk saluran air guna memenuhi kebutuhan mereka akan air bersih.


Di akhir abad ke-4 Sebelum Masehi, berkembangnya dunia perdagangan membuat suku Nabatean memberanikan diri mulai ikut dalam perdaganan dunia. Rute perdagangan dunia mulai tumbuh subur di bagian selatan Yordania dan selatan Laut Mati. Mereka lalu memanfaatkan posisi tempat tinggal mereka yang strategis itu sebagai salah satu rute perdagangan dunia.
Suku Nabatean akhirnya bisa menjadi para saudagar yang sukses, dengan berdagang dupa, rempah-rempah, dan gading yang antara lain berasal dari Arab bagian selatan dan India timur.
Letak yang strategis untuk mengembangkan usaha dan hidup, serta aman untuk melindungi diri dari orang asing itulah alasan suku Nabatean memutuskan untuk menetap di wilayah batu karang Petra.
Lebih maju dengan peradaban ini yaitu adanya pungutan bea dan cukai yang berguna untuk mempertahankan kemakmuran yang telah diraih, mereka memungut bea cukai dan pajak kepada para pedagang setempat atau dari luar yang masuk ke sana. Suku Nabatean akhirnya berhasil membuat kota internasional yang unik dan tak biasa.
Pada awalnya Petra dibangun untuk tujuan pertahanan. Namun belakangan, kota ini dipadati puluhan ribu warga sehingga berkembang menjadi kota perdagangan karena terletak di jalur distribusi barang antara eropa dan timur tengah.
Pada tahun 106 M, Romawi mencaplok Petra, sehingga peran jalur perdagangannya melemah. Sekitar tahun 700 M, sistem hidrolik dan beberapa bangunan utamanya hancur menjadi puing. Petra pun perlahan menghilang dari atlas bumi saat itu dan tinggal legenda.
Barulah pada tahun 1812, petualang Swiss, Johann Burckhardt memasuki kota itu dengan menyamar sebagai seorang muslim. Legenda Petra pun meruak kembali di zaman modern, dikenang sebagai simbol teknik dan pertahanan.

Salah satu sudut ruangan di Petra

Petra di Yordania, adalah situs purbakala. Petra dikelilingi gunung. Di sini ada gunung setinggi 1.350 meter dari permukaan laut. Inilah kawasan tertinggi di areal ini yang disebut Gunung Harun (Jabal Harun) atau Gunung Hor atau El-Barra.
Gunung Harun paling sering dikunjungi orang. Para pengunjung percaya, di puncak Jabal Harun inilah, Nabi Harun meninggal dan dimakamkan oleh Nabi musa (Moshes)


Sekelumit sejarahnya
Di abad ke-14 Masehi, sebuah masjid dibangun di sini dengan Kubah berwarna putih yang terlihat dari berbagai area di sekitar Petra. Harun tiba di wilayah Yordania sekarang ketika mendampingi Nabi Musa membawa umatnya keluar dari Mesir dari kejaran Raja Firaun.
Di abad ke-1 Sebelum Masehi, Kerajaan Nabataea yang kaya dan kuat, menjangkau wilayah Damaskus di utara dan Laut Mati di selatan. Saat itu, Petra telah didiami sekitar 30 ribu penduduk. Di masa itulah dibangun kuil agung.
Tahun 100-an Masehi, Romawi pernah menguasai wilayah ini. Arsitektur di Petra pun terpengaruhi arsitektur Romawi. Pada 600 Masehi di Petra dibangun gereja. Abad ke-7 Masehi, Islam hadir, dan pada abad ke-14, makam Nabi Harun di Jabal Harun menjadi tempat keramat dari umat Islam, selain kaum Yahudi dan Kristiani. Konon Saat berusia 10 tahun, Nabi Muhammad pernah berkunjung ke gunung ini bersama pamannya. Setelah salib war (perang salib) di abad ke-12, Petra sempat menjadi 'kota yang hilang' selama lebih dari 500 tahun (lost city). Hanya penduduk lokal ( Badui) di wilayah Arab yang mengenalnya.





Baca selengkapnya...

Rabu, 09 September 2009

Mangkuk Kuno Cina Patahkan Teori Darwinisme

sumber :::http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2407774


Para pakar ilmu purbakala di Gua Yuchanyan




Kepingan-kepingan tembikar yang baru-baru ini ditemukan oleh para pakar ilmu purbakala di Gua Yuchanyan di Cina telah sekali lagi merobohkan pemikiran evolusionis mengenai sejarah. Menurut sebuah laporan di BBC News, usia pecahan-pecahan tersebut yang telah ditentukan dengan menggunakan 40 macam teknik Karbon-14 yang berbeda berkisar antara 17.500 dan 18.300 tahun. Keberadaan periuk setua itu merupakan sebuah kekalahan penuh, dalam istilah evolusinis, karena mereka menyatakan bahwa manusia memulai kehidupan beradab dan menetap pada masa yang mereka sebut sebagai Zaman Batu.






Evolusonis menyatakan bahwa manusia pertama adalah makhluk setengah-kera yang bentuk tubuh dan kemampuan akalnya berkembang seiring dengan perjalanan waktu, bahwa mereka mendapatkan keterampilan baru, dan bahwa peradaban berevolusi disebabkan oleh hal tersebut.


Menurut pernyataan ini, yang didasarkan pada ketiadaan bukti ilmiah apa pun, nenek moyang purba kita yang diduga ada itu menjalani hidup sebagai binatang, lalu menjadi beradab hanya setelah mereka menjadi manusia, dan menunjukkan kemajuan budaya seiring dengan bertambah majunya kemampuan akal mereka.


Gambar-gambar khayalan dari apa yang disebut sebagai Manusia purba, dengan tubuh yang seluruhnya tertutupi bulu binatang, atau sedang membuat api sembari jongkok di bawah kulit binatang, tengah berjalan di sepanjang tepi wilayah perairan sembari memanggul hewan yang baru saja dibunuh, atau sedang berusaha berkomunikasi dengan sesamanya menggunakan gerakan isyarat dan bersungut-sungut, adalah gambar rekayasa yang dilandaskan pada pernyataan tidak ilmiah ini.



Contoh tembikar yang ditemukan di Gua Yuchanyan pada tahun 1995


Namun, temuan-temuan purbakala yang dihasilkan hingga kini dari Zaman Batu, di mana evolusionis menyatakan bahwa “manusia waktu itu baru saja belajar berbicara”, menunjukkan bahwa manusia di masa itu sudah menjalani hidup berkeluarga, melakukan bedah otak dan memahami seni lukis dan musik.


Oleh karena serpihan periuk berusia sekitar 18.000 tahun yang ditemukan di Gua Yuchanyan di Cina juga menampakkan tanda-tanda kehidupan yang berperadaban, maka ini pun membantah “urutan zaman-zaman sejarah” karangan evolusonis. Kepingan-kepingan mangkuk ini, yang usianya ditetapkan antara 17.500 dan 18.300 tahun, adalah sisa-sisa peninggalan tembikar tertua yang pernah ditemukan. Menurut pernyataan evolusionis, manusia semestinya belum menjalani hidup menetap di masa yang disebut sebagai Zaman Batu, dan mestinya hidup di gua-gua sebagai pemburu purba yang menggunakan perkakas yang terbuat dari batu.


Namun temuan-temuan purbakala secara ilmiah membuktikan justru sebaliknya. Pecahan-pecahan barang yang terbuat dari tanah liat yang ditemukan di Gua Yuchanyan itu secara telak menyingkap ketidakabsahan pernyataan evolusonis, yang sejatinya tidak lebih dari khayalan.


Biji-bijian padi juga ditemukan di gua yang sama di tahun 2005. Secara keseluruhan, temuan-temuan ini menunjukkan bahwa manusia yang hidup 18.000 tahun lalu telah bertani dan hidup berperadaban sebagaimana yang dilakukan manusia masa kini.


Kemajuan dan temuan seperti ini yang terjadi di cabang-cabang ilmu pengetahuan seperti arkeologi dan antropologi menyingkapkan bahwa “gagasan evolusi budaya dan masyarakat manusia” adalah sesuatu yang palsu. Temuan yang dihasilkan selama penggalian-penggalian purbakala dengan jelas menampakkan bahwa sejarah ditafsirkan oleh para ilmuwan Darwinis berdasarkan prasangka ideologi materialis. Dongeng “Zaman Batu” tidaklah lebih dari upaya kalangan materialis dalam rangka menampilkan manusia sebagai sebuah makhluk hidup yang berevolusi dari binatang yang tidak berakal dan memaksakan dongeng yang mereka yakini ini pada ilmu pengetahuan.


Baca selengkapnya...

Selasa, 08 September 2009

Ikan zaman prasejarah yang masih ada sampai sekarang

sumber :::http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2406527

Ikan zaman prasejarah yang masih ada sampai sekarang




ikan zaman prasejarah nih gan masih hidup sampai sekarang
dari 325 juta tahun yang lalu!

ini gan foto2nya DIJAMIN No Hoax










Baca selengkapnya...

Selasa, 25 Agustus 2009

Goa Raksasa di Vietnam Mungkin Terbesar di Dunia


sumber ::: http://sains.kompas.com/read/xml/2009/05/06/05080284/goa.raksasa.di.vietnam.mungkin.terbesar.di.dunia

Sebuah goa di dalam Taman Nasional Phong Nha-Ke Bang, Vietnam, digadang-gadang sebagai goa terbesar di dunia. Betapa tidak, lebar rongganya mencapai 150 meter dan tingginya 200 meter.



"Goa tersebut panjangnya 6,5 kilometer saat ini, tetapi ujung rongganya masih berlanjut dengan dinding kalsit setinggi 45 meter yang menghentikan langkah kami," ujar Adam Spillane, salah satu anggota tim ekspedisi dari Inggris yang menelusuri goa tersebut. Goa yang diberi nama Hang Son Doong atau berarti goa sungai pegunungan itu ditemukan pertama kali oleh penjaga hutan bernama Ho Khanh pada 1991. Namun, tak seorang pun yang pernah menelusurinya karena besarnya dan tekanan angin yang tinggi karena adanya sungai bawah tanah yang sangat besar. Sebanyak 13 orang gabungan penjelajah dari Universitas Sains Vietnam dan penjelajah Inggris akhirnya menggelar Caving Expedition 2009 masuk ke dalam goa. Mereka menghabiskan waktu lima hari pada pertengahan April untuk menyurvei jalur goa. Dengan membawa alat ukur berbasis LaserRace 300, tim dapat mengukur tinggi langit-langit dan lebar rongga di sepanjang perjalanan dengan harapan dapat membuat petanya. Saat ini datanya masih dianalisis. Namun, hasil laporan awal menunjukkan, besar rongga utamanya mencapai dua kali lipat rekor goa terbesar saat ini. Jadi, Hang Son Doong mungkin goa terbesar yang ada di dunia saat ini.




Baca selengkapnya...

Raja Kalajengking Menenggak Wine sejak 5.000 Tahun Lalu

sumber::::http://sains.kompas.com/read/xml/2009/04/15/22292368/raja.kalajengking.menenggak.wine.sejak.5.000.tahun.lalu

Wine mungkin telah menjadi minuman yang ditenggak orang-orang Mesir termasuk rajanya ribuan tahun lalu. Di makam Raja Scorpion I, para arkeolog menemukan guci wine tertua berusia 5.000 tahun.






Namun, minuman beralkohol dari anggur itu mungkin bukan sekadar untuk mabuk-mabukan. Sebab, di dasar guci tersebut ditemukan residu dari bahan-bahan lain. Misalnya, tumbuhan obat, resin, dan zat alami lainnya. Penduduk Mesir kuno diyakini ahli ramuan dan menggunakannya sebagai ramuan untuk pengobatan. Wine digunakan untuk melarutkan bahan-bahan tersebut dan memisahkan zat alkaloid tanaman yang berguna untuk pengobatan. "Di samping zat-zat aditif itu enak rasanya, mereka mendapat manfaat untuk meningkatkan kesehatannya," ujar Patrick McGovern, arkeolog dari Museum Arkeologi dan Antropologi Universitas Pennsylvania, AS. Temuan guci wine tertua ini juga memberikan fakta baru bahwa budaya tersebut ratusan tahun lebih dulu dari perkiraan semula. Bukti tertua sebelumnya dari lukisan papyrus yang berusia 1850 tahun. Jadi, penggunaan wine ternyata 1500 tahun lebih tua.




Baca selengkapnya...

Kamis, 04 Juni 2009

Bangsa Viking


Bangsa Viking

by ypratama on Sep.21, 2008, under Culture, History

Bangsa Viking merupakan para perompak pemberani dari daratan Norwegia, Swedia, dan Denmark. Diantara tahun 800 dan 1100 M, mereka menyisir pantai barat laut Eropa dalam kapal panjang untuk mencari dan membawa barang rampasan yang sangat berharga.

Masyarakat pada masa itu pada umumnya sangat takut dengan serangan kilat dan kebrutalan Bangsa Viking,sebuah doa dari masa itu berbunyi “Selamatkan kami Tuhan, dari kemarahan Norsemen (Bangsa Viking). Mereka kerap memporakporandakan tanah kami. Mereka memebunuh anak-anak dan wanita kami” Para Viking membanggakan diri atas keberanian mereka saat berperang,sebagian besar berperang dengan berjalan kaki dan membawa pedang, tombak, serta kapak. Sedangkan para petingginya menggunakan kuda perang. Pasukan “pengejut” yang disebut berserker memimpin serangan.Berserk adalah bangsa Norse dengan ciri khas ‘tanpa mengenakan baju perang besi’ dengan tampang yang bengis dan tubuh yang kekar, serta sifatnya yang brutal. Sebelum berperang mereka menjadi gila bertempur dengan mabuk dan narkotika serta mempercayakan pada Dewa mereka,Odin,agar mereka tetap selamat. Kata Viking dipakai ahir-ahir ini saja,masyarakat pada waktu itu menyebut mereka Norsemen. Kata tersebut mungkin berasal dari Vik, sebuah Kota pusat perompak di Norwegia.Ketika para Norsemen pergi ’sebagai seorang Viking’, berarti mereka bertarung sebagai seorang perompak. Bangsa Viking Swedia yang menetap di Eropa Timur mungkin disebut sebagai Runs,dan jadilah Rusia sebagai nama mereka. Namun, tidak semua Bangsa Viking perompak, di tanah airnya, mereka adalah petani dan nelayan,pedangan dan perajin.Banyak diantara mereka pergi bersama perompak dan hidup di Prancis utara,Inggris Utara, dan Irlandia. Kerap kali mereka menyerang Inggris dan Irlandia,lalu menjarah hingga ke Gibraltar dan Mediterania.

Armada Laut Bangsa Viking

Di Eropa Timur,kapal Bangsa Viking membawa mereka sampai ke pedalaman dan menyusuri berbagai sungai. Mereka bertualang sangat jauh sampai kedaerah Rusia dan Ukraina, kadang-kadang merampok menyisir Konstantinopel, yang sering disebut Miklagard/Kota Besar. Sedangkan para Viking yang tinggal di Perancis Utara disebut Bangsa Norman. Rajamereka yang terkenal adalah William Sang Penakluk,yang menduduki Inggris ditahun 1066.

Para Viking umumnya merupakan pelaut ulung dan tangguh,kapal-kapal kayu mereka
yang disebut kapal panjang merupakan sebuah kontruksi kapal laut yang sangat
kokoh,ringan dan mempunyai bagian bawah datar yang memungkinkan untuk berlayar
di sungai yang dangkal dan juga diperairan terbuka.


Baca selengkapnya...

Kerajaan Romawi Kuno Dibangun Dalam Semalam

Kerajaan Romawi Kuno Dibangun Dalam Semalam

by ypratama on Sep.22, 2008, under History, Myth

Menurut laporan sebuah situs Amerika, bahwa arkeolog menemukan misteri yang mengejutkan, di mana bukti terbaru akhirnya membuktikan bahwasannya kerajaan Romawi kuno mulai dibangun pada tanggal 13 Agustus tahun 625 SM dan selesai dirampungkan sebelum Matahari terbenam.

Ketika wartawan menanyakan kepada mereka di mana mendapatkan bukti-bukti itu, para arkeolog mengeluarkan satu gulungan, yaitu sebuah dokumen dan kontrak yang ditandatangani sendiri oleh Julius Caesar.

Sebagian di dalam kontrak yang berbahasa Latin itu jika diterjemahkan adalah sebagai berikut: “Kami dari perusahaan developer Aljeida Babylon setuju, bahwasannya pada tanggal 13 Agustus tahun 625 SM ini akan mulai bekerja dan merampungkan bangunan kerajaan Romawi, jika kami tidak dapat menyelesaikannya dalam waktu yang ditentukan kerajaan, kemaharajaan Caesar boleh memenggal kepala kami dan berikan kepada singa sebagai santapan.”

Menurut para arkeolog, bahwa bukti ini mutlak berlaku, dan para pekerja ahli pasti dalam waktu satu hari menyelesaikan pembangunan kota Roma, sebab mereka tidak menemukan apa pun sisa fosil kepala yang dipenggal.

Pada kenyataannya, dokumen kemaharajaan Caesar ini sama persis dengan kain pembungkus mayat, bisa dipercaya namun juga meragukan. Dan saat ini, ilmuwan sedang menaksir usia sebenarnya isi gulungan itu yang menggunakan cara penentuan tahun dengan karbon.

Orang-orang mengetahui dari mata pelajaran di sekolah, bahwa wilayah kerajaan Romawi seluas 280 ribu meter persegi, dan di dalamnya termasuk sejumlah kota, kota kecil, beberapa sungai, sejumlah gunung, dan beberapa gedung teater, banyak sekali saluran pipa air, saluran pembuangan air, gerbang lengkung, museum, gereja katedral bersepuh emas, dan pondok piza dan lain sebagainya, yang mana kesemuanya itu harus dalam satu hari, artinya mesti diselesaikan dalam waktu 12 jam, sama sekali di luar imajinasi.

Arsitek bernama Flayter mengatakan, “Dalam waktu satu hari, tim proyek pembangunan saya bahkan tidak bisa menyelesaikan sebuah tembok pembatas kota. Di lihat dari gambar maket kota Roma ini, perusahaan saya harus menghabiskan waktu ratusan tahun baru bisa menyelesaikan seluruh proyek pembangunan kerajaan Roma.”

Jika kondisi yang dilukiskan dokumen tersebut itu benar, maka ilmuwan dan arsitek sekarang akan terperosok lagi ke labirin yang baru, mereka tidak mampu menjelaskan bagaimana orang-orang pada masa itu dapat menyelesaikan pembangunan kerajaan Roma yang luasnya 280 ribu meter persegi itu hanya dalam waktu 12 jam.

Sejarawan Rogyes berpendapat, bahwa semua ini sama seperti bangunan piramida, adalah misteri sepanjang masa, hanya bisa membayangkan bahwa sejumlah benda-benda yang dikuasai orang-orang di masa itu telah hilang tak terwariskan, dan teknologi kita sekarang tidak bisa bersaing dengannya. Pertama-tama mereka membangun piramida, berikutnya mereka membuat patung muka singa berbadan manusia, dan belakangan mereka membangun menara dsb, serta bangunan misterius dan unik yang tak terhitung banyaknya.

Baca selengkapnya...

Gulungan Naskah Laut Mati


Gulungan Naskah Laut Mati

by ypratama on Sep.24, 2008, under History, Religion

Gulungan Naskah Laut Mati memang merupakan temuan yang tak ternilai. Suatu benda peninggalan dua ribu tahun lebih yang memuat banyak dokumen penting sejarah (terutama kisah dari zaman para Nabi). Naskah kuno itu juga memuat kode-kode rahasia yang belum terpecahkan seluruhnya.

Para ahli sebelumnya sudah menemukan bukti tentang beberapa kitab salinan Yahudi berbahasa Hebrew yang ditulis pada masa sesudah Masehi (kira-kira 1.300 tahun lalu).
Namun Gulungan Naskah Laut Mati berdasarkan uji karbon yang dilakukan para ahli dari Chicago, AS, menunjukkan material yang digunakan sebagai media penulisan naskah itu disimpulkan dari masa 200-an tahun sebelum Masehi.

Para peneliti menemukan naskah yang belum terindentifikasi di antara Gulungan Naskah Laut Mati itu. Teks yang tak terbaca itu dianggap sebagai Gulungan Naskah Biara (Temple Scroll) yang memuat peraturan dan hukum dalam Pentateuch yang dikenal sebagai bagian dari lima kitab pertama dalam Bibel Hebrew dan Perjanjian Lama.

Termasuk di dalamnya Kitab Disiplin Community Rule yang mendeskripsikan bagimana komunitas itu yang bertempat di Qumran mengorganisir kehidupan spiritualnya. Lalu ada bagian yang memaparkan tentang Jalan Keselamatan (The Way) dan pertempuran antara Putra Cahaya (Son of Light) melawan Putra Kegelapan (Son of Darkness), yang berisi rencana detail perang penghabisan yang dinantikan komunitas Qumran.



Gulungan Naskah lainnya berisi soal berbagai doa, kidung pujian, komentar-komentar tentang bagian-bagian Bibel, legenda, ramalan, argumentasi reliji, dan berbagai kisah yang tak diketahui yang berhubungan dengan karakter yang tercantum dalam Bibel Hebrew.

Khirbet Qumran
Para ahli arkeologi menemukan sebuah situs biara yang berjarak kira-kira 540 meter dari lubang gua pertama ditemukannya Gulungan Naskah Laut Mati. Mereka mengidentifikasinya sebagai Biara Khirbet Qumran.

Khirbet Qumran ini adalah satu komunitas sekte yang sangat ketat mengikuti ajaran para Nabi di zaman sebelum Jesus Kristus. Mereka cenderung mengucilkan diri dari kehidupan sosial dan menekuni isi kitab-kitab Perjanjian Lama, hidup dengan penuh pengabdian pada sektenya, merapal doa, beribadah dan menyalin kitab-kitab tua.

Di situs biara ini ditemukan benda-benda yang berkaitan dengan tulis menulis. Diantaranya ditemukan 2 buah pot tinta, beberapa stylus (alat tulis jaman purba semacam pulpen yang dibuat dari potongan tulang, batu, atau material khusus), dan sebuah guci yang persis sama dengan guci yang ditemukan di gua tempat penyimpanan Gulungan Naskah Laut Mati.



Berdasarkan penelitian dan uji laboratorium, benda-benda kuno ini dibuat sekitar tahun 68 Masehi. Dalam salah satu perkamen naskah dituliskan bahwa saat itu Legiun Kekaisaran Romawi menguasai wilayah Barat Laut Mati (saat ini Palestina dan Israel). Para pendeta di biara tersebut sempat menyembunyikan beberapa naskah ke dalam gua di tepian Laut Mati.
Sebagian besar dokumen ditulis dengan bahasa Hebrew (Ibrani-Yahudi) bahkan ada dokumen yang disamarkan begitu kecil sampai sebesar perangko. Lalu ada juga yang dituliskan dalam aksara Yunani Kuno (Septuagint).

Temuan di sekitar biara dan teritori Qumran ini ada sekitar 500-an kitab, termasuk bagian kitab Perjanjian Lama. Namun tak dapat dipastikan apakah mereka berhubungan dengan sekte Essenes, Yahudi Kuno, dan Pengikut Yesus Kristus (Kristen). Semua masih tetap misteri.


Baca selengkapnya...

Bosnian Pyramids


Bosnian Pyramids

by ypratama on Sep.21, 2008, under Culture, History

Disuatu tempat yang bernama Bukit Visocica, dikota Visoko, Bosnia Herzegovina, 30 Km sebelah Utara Sarajevo, pada Oktober 2005 lalu gempar dan menjadi fokus perhatian Internasional. Banyak orang mungkin tidak bisa menyangka sebelumnya bahwa sebenarnya perbukitan Visocica yang saat ini telah tertutup oleh lebatnya vegetasi liar disekitarnya merupakan sebuah bangunan piramida kuno.

Memang, Jika Bukit Visocica yang mempunyai tinggi antara 200-230 meter dari permukaan laut ini jika kita pandang dari jarak rdius sekitar 700 meter lebih, seakan-akan membentuk sebuah bangunan piramid (bentuk Limas) dengan skets yang kasar.

Seorang Arkeolog Bosnia, Mr Semir Osmanagic, telah memberi konfirmasi bahwa sejak pertengahan April 2006 lalu penggalian sudah mulai dilakukan. Kini beberapa terowongan yang diperkirakan merupakan pintu masuk dari Piramida telah terbuka. Rata-rata ruangan-ruangan pada piramida kini sudah dapat dimasuki beberapa pekerja dan para arkeolog. Tim Gabungan dari beberapa Arkeolog Australia, Austria, Skotlandia, dan Slovenia juga turut bagian dalam misi penggalian atas ketiga Piramida.


Para Tim Arkeolog yang bertanggung jawab penuh atas penggalian telah memutuskan untuk memberi nama pada piramida-piramida tersebut. Bukit Visocica yang merupakan tempat piramida utama diberi nama “Bosnian Sun Pyramid”, sedangkan dua bukit yang lebih kecil disekitarnya, masing-masing diberi nama “Bosnian Moon Pyramid” dan “Bosnian Dragon Pyramid”. Total di areal perbukitan ini terdapat tiga buah Piramida yang keseluruhan bangunannya telah ditutupi oleh lebatnya vegetasi disekelilingnya. Mengutip Pernyataan dari seorang Kepala Penggalian, Philip Coppens, Surat Kabar lokal Dnevni Avaz menyebutkan bahwa mungkin Piramida-Piramida ini dibuat oleh Perdaban Illyrians antara periode 12.000 S.M sampai 500 S.M. Didalam Argumennya, Coppens juga menjelaskan bahwa ia bersama rekan-rekannya belum bisa menemukan sisa-sisa Organik, kayu dan batu bara disekitar areal Piramida, sehingga penelitian masih sulit untuk dilakukan dan mungkin beberapa analisa yang telah kami lontarkan belumlah sepenuhnya benar.

Jika benar Piramida-Piramida tersebut dibuat antara periode 12.000 S.M sampai 500 S.M, maka dimungkinkan pada ahir zaman es, peradaban manusia zaman dulu telah mampu membuat bangunan Kolosal semegah itu. Dari beberapa informasi penggalian diareal Perbukitan Visocica, penggalian atas situs purbakala tsb telah mengalami banyak perkembangan yang pesat. Para Tim Arkeolog kini telah berhasil menemukan beberapa trowongan lain disekitar areal lereng bukit, ruangan-ruangan didalam Piramida juga sudah banyak ditemukan, namun tidak ada satu mummi-pun ditemukan di Sun Piramid. Nampaknya Bosnian Sun Piramid memang bukan dibangun sebagai areal pemakaman Raja-Raja.



Para arkeolog percaya,bahwa penemuan Piramida di Visoko ini akan mempunyai implikasi lebih lanjut terhadap perubahan pengetahaun sejarah didunia. Dengan membandingkan teknik arsitekturnya, Bosnian Piramid mungkin saja dibangun oleh orang-orang sama yang juga telah ikut terlibat dalam pembuatan The Great Piramid Giza, dan mungkin saja Bosnian Piramid menjadi Piramid terakhir yang dibuat. Tetapi, perkiraan tsb mungkin saja salah, mungkin saja Bosnian Piramid malah lebih dulu dibangun dibandingkan Piramid di Giza. Bosnian Sun Piramid sendiri ditaksirkan memiliki tinggi 220 meter dengan lebar 70 meter, masih kalah besar dengan Piramid di Giza.

Para Tim Arkeologis yang tergabung dalam Yayasan Bosnian Sun Piramid telah mengagendakan rencana-rencana penelitian mereka terhadap tiga buah Bosnian Piramid antara tahun 2006 sampai 2010 nanti. Ditargetkan pada ahir 2007, sebagian besar penggalian terhadap Sun Piramid telah rampung dilaksanakan. Kemudian akan diteruskan dengan penggalian terhadap dua buah Piramid lainnya yaitu Moon Piramid dan Dragon Piramid. Untuk pertengahan tahun 2007 ini, Sun Piramid telah dibuka untuk umum. Kini,Piramid

Baca selengkapnya...

DAFTAR TAMU



SITE INFO

100 Blog Indonesia Terbaik Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!

TUKERAN LINK YUK

www.aneh81.co.cc

SUBSCRIBE VIA EMAIL

Ingin berlangganan artikel? Masukkan alamat email sobat disini: