JURAGAN YANG BAIK HATI,,JANGAN LUPA KLIK IKLAN DIBAWAH INI YA..

Selasa, 01 Desember 2009

Harta Karun Rp 9,5 T Ditemukan di Kapal VOC !!!

http://3.bp.blogspot.com/_l5vp0Hsg4Xo/Ss_mm2nCyBI/AAAAAAAAD9A/hWX1UaDMX38/s320/harta+karun.jpg



Sebuah tim arkeologi laut Hungaria berhasil menemukan bangkai kapal Belanda yang tenggelam di perairan Brasil sekitar 300 tahun silam, seperti dilaporkan kantor berita Hungaria, MTI, Minggu (29/11).

Kapal milik Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) bernama lambung Voetboog. Menurut ketua tim ekspedisi Octopus Association for Marine Archaeology , Attila K Szaloky, saat itu Voetboog membawa 109 awak. Kapal dengan tiga tiang itu karam setelah meninggalkan Batavia (kini Jakarta) menuju Belanda.

Kapal itu juga mengangkut kain sutera, rempah-rempah, teh, keramik China dan Jepang juga hampir 180.000 keping uang emas gulden. Saat ini nilainya sekitar 1 miliar dolar AS (Rp 9,5 triliun).



http://4.bp.blogspot.com/_vnQkkukmKR0/SxSRsOMhyUI/AAAAAAAAELc/D1jmif9UmwI/s1600/emas.jpg



Ketika menyeberangi Samudera Atlantik, Voetboog diduga terjebak badai. Satu-satunya cara lolos dan pulang ke Belanda adalah dengan menyusuri pantai Brasil. Namun, kapal itu tenggelam dekat pantai Pernambuco, Brasil, pada 29 Mei 1700.

Sebenarnya tim Octopus Association for Marine Archaeology itu menemukan bangkai Voetboog pada Oktober 2008. Namun penemuan itu baru diumumkan beberapa waktu lalu setelah tahap pertama penelitian rampung.


http://afandri81.files.wordpress.com/2007/12/voc_kapal.jpg



Saat ditemukan Voetboog terkubur di bawah sedimen laut setebal beberapa meter. Selama 309 tahun berada di bawah laut, kapal itu terpecah belah.

Benda-benda yang ditemukan di Voetboog akan diangkat ke permukaan dan disimpan sesuai hukum Brasil. mti/kis


sumber ::http://unic77.blogspot.com/2009/12/harta-karun-rp-95-t-ditemukan-di-kapal.html

Baca selengkapnya...

Senin, 30 November 2009

Ditemukan Kerangka 50.000 Tentara Persia di Gurun Sahara









Sisa-sisa tentara Persia yang berkuasa yang dikatakan telah tenggelam di barat pasir gurun Mesir 2.500 tahun yang lalu mungkin akhirnya ditemukan. Ini merupakan salah satu temuan terbesar misteri arkeologi yang luar biasa, demikian menurut para peneliti Italia.

Senjata perunggu, perak gelang, anting-anting dan ratusan tulang manusia ditemukan dalam belantara gurun Sahara merupakan tentara Raja Persia Cambyses II yang hilang. Sekitar 50.000 prajurit yang dikatakan terkubur oleh badai pasir yang dahsyat di 525 SM.

Sisa Perunggu Kerangka 50.000 Tentara Persia
“Kami telah menemukan bukti arkeologis pertama dari sebuah cerita yang dilaporkan oleh sejarawan Yunani Herodotus,” Demikian dikatakan oleh Dario Del Bufalo, seorang anggota ekspedisi dari University of Lecce, mengatakan kepada Discovery News.

Menurut Herodotus (484-425 SM), Cambyses, putra dari Cyrus Agung, mengirimkan 50.000 tentara dari Thebes untuk menyerang Oase Siwa dan menghancurkan ramalan di Kuil Amun sesudah para imam di sana menolak untuk melegitimasi klaimnya ke Mesir .
Kerangka 50.000 Tentara Persia
Setelah berjalan selama tujuh hari di padang pasir, tentara sampai ke sebuah “oasis” yang sejarawan percaya adalah El-Kharga. Setelah mereka pergi, mereka tidak pernah terlihat lagi.


“Angin muncul dari selatan, kuat dan mematikan, berputar membawa gelombang luas pasir, yang seluruhnya menutupi tentara tersebut dan menyebabkan mereka sepenuhnya terkubur,” tulis Herodotus.

Satu abad setelah Herodotus menulis catatan itu, Alexander Agung membuat sendiri ziarah ke peramal Amun, dan pada 332 SM.

Namun kisah dari Cambyses ‘kehilangan tentara’ menjadi hilang karena tidak ada jejak prajurit yang malang itu pernah ditemukan, para sarjana mulai mengabaikan cerita itu sebagai kisah ajaib.

Kini, dua arkeolog Italia mengklaim telah menemukan bukti kuat bahwa tentara Persia memang tertelan dalam sebuah badai pasir.


Seperti disampaikan baru-baru ini di festival film arkeologi Rovereto, bahwa penemuan tersebut adalah hasil penelitian selama 13 tahun dan dalam lima kali ekspedisi ke padang gurun.


sumber :: http://haxims.blogspot.com/2009/11/ditemukan-kerangka-50000-tentara-persia.html

Baca selengkapnya...

Jumat, 06 November 2009

"Ardi" Mungkin Nenek Moyang Pertama Manusia

sumber ::  http://sains.kompas.com/read/xml/2009/10/04/15530710/ardi.mungkin.nenek.moyang.pertama.manusia


Fosil Ardipithecus ramidus berusia 4,4 miliar tahun lalu yang disebut Ardi diperkirakan sebagai nenek moyang manusia tertua.


Sejarah kehidupan manusia kemungkinan muncul lebih lama dari perkiraan sebelumnya dengan ditemukannya fosil "Ardi" di Etiopia. Makhluk ini hidup di dalam hutan sekitar satu juta tahun yang lalu sebelum "Lucy", manusia purba yang selama ini dikenal sebagai nenek moyang pertama manusia.





"Kerangka manusia ini membalikkan fakta umum tentang evolusi manusia," kata Antropologis, C. Owen Lovejoy, dari Kent State University. Kalau sebelumnya evolusi manusia diduga berasal dari nenek moyang yang mirip simpanse, penemuan terbaru itu menunjukkan fakta berbeda.


Penemuan Ardi lebih menguatkan pendapat bahwa simpanse dan manusia berevolusi dari nenek moyang yang sama. Tapi sepanjang perjalanannya, masing-masing berubah dan berevolusi secara terpisah.


"Hubungan evolusi hingga manusia modern dan kera yang hidup sekarang ini kemungkinan berasal dari nenek moyang yang hidup 6 sampai 7 juta tahun yang lalu," kata Tim White, Direktur Pusat Penelitian Evolusi Manusia (HERC) di University of California.


Ardi memiliki ciri-ciri umum yang tidak ada pada kera Afrika modern. Penelitian terhadap Ardi dimulai sejak tulang pertama ditemukan pada tahun 1994, yang mengindikasikan bahwa spesies ini hidup di dalam hutan dan dapat memanjat dengan tangan dan kakinya. Tetapi, dari bentuk tangan dan kaki tersebut memperkirakan jika mereka tidak begitu sering berada di pohon. Mereka juga dapat berdiri tegak dengan kedua kakinya.


Fosil dengan berat 55 kg dan tinggi 1,2 meter tersebut diberi nama ilmiah Ardipithecus ramidus yang berarti akar dari tanah kera. Ia diperkirakan hidup 4,4 juta tahun yang lalu. Ardi memiliki cirri berbeda dengan Lucy yang juga ditemukan di Afrika. Ia tidak seperti Lucy yang mempunyai bentuk yang lebih dengan manusia seperti jenis Australopithecus.


"Pada Ardipithecus, terdapat bentuk unik yang belum berevolusi menyerupai jenis Australopithecus. Jika diperhatikan dari kepala hingga kaki, akan terlihat suatu bentuk mosaik yang bukan seperti simpanse ataupun manusia. Itulah Ardipithecus," kata White.


David Pilbeam, kurator paleanthropologi di Harvard's Peabody Museum of Archaeology and Ethnology menyebut penemuan ini menjadi penemuan terpenting sepanjang penelitian evolusi manusia. Sebab, cirri-cirinya merepresentasikan genus yang kemungkinan besar menjadi nenek moyang Australopithecus, nenek moyang genus manusia modern Homo.


Penelitian ini dibiayai oleh National Science Foundation, the Institute of Geophysics and Planetary Physics dari the University of California, Los Alamos National Laboratory, the Japan Society for the Promotion of Science, dan sebagainya. Secara lengkap, penelitian mengenai Ardi dikemukakan dalam 11 makalah penelitian yang dipublikasikan Jurnal Science teranyar.

Baca selengkapnya...

DAFTAR TAMU



SITE INFO

100 Blog Indonesia Terbaik Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!

TUKERAN LINK YUK

www.aneh81.co.cc

SUBSCRIBE VIA EMAIL

Ingin berlangganan artikel? Masukkan alamat email sobat disini: